Max Allegri Kembali Tegaskan Bahagia di Juventus

Max Allegri Kembali Tegaskan Bahagia di Juventus

Di tengah-tengah kabar ketertarikan Arsenal dan Paris Saint-Germain yang terdengar belakangan ini, pelatih Juventus Max Allegri kembali menegaskan bahwa dirinya cukup bahagia di Juventus. Mantan pelatih AC Milan itu menghormati kontraknya di Juventus sampai tahun 2020 mendatang.

Max Allegri Kembali Tegaskan Bahagia di Juventus

Sejak ditunjuk menangani tim Utama Juventus pada musim panas tahun 2014 silam, mantan pelatih AC milan ini memang melakukan pekerjaan yang bagus. Pada musim pertamanya, Allegri bahkan tak hanya berhasil membawa Juventus mempertahankan titel Serie A italia, tapi juga meraih trofi Coppa Italia serta melangkah ke babak final Liga Champions Eropa.

Dalam tiga musim jabatannya di Juventus, Allegri mempersembahkan tiga scudetto, tiga Coppa Italia dan dua Piala Super Italia serta dua kali emlangkah ke putaran final Liga Champions Eropa. Atas prestasinya tersebut, yang bersangkutan pun diminati sejumlah raksasa Eropa.

Sejauh ini, dua tim yang paling gencar dikaitkan dengan Allegri adalah Arsenal dan PAris saint-Germain. The Gunners dipercaya tidak akan melanjutkan kerja sama dengan Arsene Wenger musim depan, sementara PSG juga memiliki kisah yang sama dengan pelatih mereka, Unai Emery.

Saat ditanya tentang isu tersebut, pelatih berusia 50 tahun hanya bisa mengungkapkan komitmennya bersama dengan Juventus dengan fakta dirinya masih terikat kontrak sampai tahun 2020 mendatang.

“Segalanya terikat pada hasil yang ada,” ujar Allegri kepada Premium Sport setelah memenangkan penghargaan sebagai pelatih terbaik menyusul prestasi mengantarkan Juventus menjadi kampiun Serie A enam kali beruntun pada tahun lalu.

“Jika Anda menang, maka artinya Anda akan baik-baik saja, tapi jika kalah maka artinya kurang baik. Saya masih memiliki kontrak hingga 2020 dan saya bahagia berada di sini.” tandasnya.

Mohamed Salah Belum Tentu Bertahan di Liverpool

Mohamed Salah Belum Tentu Bertahan di Liverpool

Lewat performa yang gemilang di musim 2017/18 ini bersama dengan Liverpool, Winger Internasional Mesir Mohamed salah menarik minat sejumlah raksasa Eropa, seperti Real Madrid dan Barcelona. Agen Transfer Salah, Ramy Abbas, mengakui bahwa kliennya itu berpotensi pindah musim depan.

Mohamed Salah Belum Tentu Bertahan di Liverpool

 

Sebagaimana diketahui, Salah didatangkan Liverpool dari AS Roma pada bursa transfer musim panas kemarin. Setelah sempat diragukan bakal tampil gemilang bersama Tim Marseyside, bintang berusia 25 tahun tersebut nyatanya bermain apik dengan Skuat arahan Jurgen Klopp.

Bahkan di ajang Premier League, eks pemain Chelsea ini memimpin klasemen Top Skorer Sementara lewat torehan 28 golnya sejauh ini. Sedangkan Secara keseluruhan di semua ajang, Salah telah mengemas tak kurang dari 36 gol untuk The Reds. Tak heran jika yang bersangkutan kemudian menarik minat sejumlah raksasa Eropa.

Kabarnya, ada Real Madrid dan Barcelona yang dipercaya berminat akan jasa winger Internasional mesir tersebut. Namun sepekan yang lalu muncul kabar yang menyebut Salah telah berbicara kepada rekan-rekan timnya bahwa dia akan tetap bertahan di Anfield.

Hanya saja, Ramy Abbas yang merupakan agen transfer sang pemain mengatakan hal yang berbeda.

“Kami tidak mendiskusikan rencana soal karier dengan teman-teman, Saya mempertimbangkan untuk memanggil itu [rumor] sebagai #FakeNews [kabar bohong] karena itu datang tidka dari agensi yang selayaknya.” demikian tulis Abbas melalui akun Twitter miliknya.

Salah sejauh ini berpeluang besar untuk meraih gelar topskor Liga Primer Inggris dengan mengoleksi 28 gol, unggul empat gol dari bomber tajam Tottenham Hotspur, Harry Kane.

Memphis Depay Akui Performanya Memang Tidak Konsisten

Memphis Depay Akui Performanya Memang Tidak Konsisten

Winger Tim Nasional Belanda, Memphis Depay, mengakui bahwa performanya di atas Lapangan memang terkadang tidak konsisten, sehingga banyak pihak yang meragukan kualitasnya selama ini. Hal tersebut dituturkan eks PSV Eindhoven selepas mengantarkan Olympique Lyon menangi laga kontra Olympique Marseille akhir pekan kemarin.

Memphis Depay Akui Performanya Memang Tidak Konsisten

Sebagaimana diketahui, Pemain berusia 24 tahun tersebut memang sempat digadang-gadang bakal menjadi salah satu bintang masa depan Belanda setelah performa gemilang bersama dengan PSV Eindhoven di musim 2014/15 lalu, dengan mengantarkan Klub tersebut jadi juara Eredivisie Belanda dan menjadi top skorer kompetisi di akhir musim.

Karena performa gemilang tersebut, Depay kemudian direkrut oleh Manchester United pada bursa transfer musim panas tahun 2015 silam, digadang-gadang jadi bintang baru Setan Merah, dan mengenakan nomor punggung 7. Namun sayangnya Depay sama sekali tak mampu menghadirkan performa gemilang, jauh dari ekspektasi, karenanya dia jarang mendapatkan kesempatan tampil.

Akhirnya, yang bersangkutan memutuskan untuk hengkang dan bergabung dengan Klub Ligue 1 Prancis, Olympique Lyon pada musim dingin tahun 2017 kemarin. Bersama dengan Lyon, performa Depay cenderung bagus, bahkan dia baru saja berhasil mengantarkan Lyon raih tiga angka saa berhadapan dengan rival abadi, Marseille.

Selepas pertandingan tersebut, depay kemudian mengakui bahwa dia memiliki masalah terkait dengan konsistensi di atas lapangan.

“Tentu saja, saya ingin menjadi yang terbaik di dunia, saya ingin melawan tim-tim besar dan melawan bintang-bintang besar, Apa yang saya lewatkan untuk menjadi yang terbaik di dunia? Sejujurnya, tidak ada jika ditilik dari segi kualitas, hanya konsistensi, dan itu bukanlah sebuah arogansi,”

“Saya tidak bisa menjadi yang terbaik di dunia dengan bertahan di Lyon, itu yang pasti. [Alexandre] Lacazette saja harus pergi ke Arsenal untuk melanjutkan perkembangannya.” kata Depay di acara Canal Football Club.

Pochettino Sebut Petinggi Juventus Beri Tekanan Pada Wasit

Pochettino Sebut Petinggi Juventus Beri Tekanan Pada Wasit

Pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino sepertinya masih tak terima dengan kekalahan yang ditelan tim asuhannya dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar liga CHampions Eropa melawan Juventus. Menurut sang juru taktik, kemenangan Juve dalam partai tersebut juga didasari oleh tekanan yang diberikan para petinggi klub Italia terhadap wasit.

Pochettino Sebut Petinggi Juventus Beri Tekanan Pada Wasit

Sebagaimana diketahui, Tottenham Hotspur memang kembali menemui kegagalan dalam usaha mereka melangkah ke babak perempat final Liga Champions Eropa musim ini. Setelah sebelumnya tampil cukup meyakinkan pada leg pertama di Turin dengan menahan imbang tuan rumah saat itu, Spurs justru telan kekalahan kala menjamu Si Nyonya tua pada leg kedua di Wembley tengah pekan kemarin.

Dalam partai tersebut sendiri sebenarnya spurs sempat unggul 1-0 di babak pertama, sebelum kemudian tim arahan Max Allegri mencetak dua gol balasan di babak kedua yang sekaligus memupuskan asa Spurs untuk melaju ke delapan besar. Nah, kekalahan ini teryata masih belum bisa diterima Tottenham Hotspur termasuk pelatih Mauricio Pochettino.

Pelatih asal Argentina tersebut menuding bahwa para petinggi Juventus memberikan tekanan berlebih kepada wasit yang memimpin laga saat jeda pertandingan.

“Sebelum laga Agnelli. Setelah laga Agnelli, Marotta. Saya lihat saat half time bagaimana mereka memberi tekanan pada wasit. Dalam laga-laga seperti ini, detail-detail kecil sangat berpengaruh, bahkan laga di mana kedua tim punya peluang menang. Saya percaya detail-detail seperti itu bisa membantu klub mendapatkan apa yang mereka inginkan.”

“Ini detail-detail kecil. Kompetisi menuntut berbagai hal. Juve adalah spesialis karena mereka punya kebiasaan menang, kebiasaan menekan wasit.” kata Pochettino seperti dikutip The Telegraph.

Roy Hodgson Sesalkan Kekalahan Kontra MU

Roy Hodgson Sesalkan Kekalahan Kontra MU

Juru Taktik Crystal Palace, Roy Hodgson mengkritisi performa para pemainnya dalam laga kontra Manchester United kemarin. Dengan sempat memimpin laga terlebih dahulu lewat dua gol, The Eagles akhirnya telan kekalahan di kandang sendiri, dimana hasil tersebut amat disayangkan mantan pelatih Timnas Inggris.

Roy Hodgson Sesalkan Kekalahan Kontra MU

Sebagaimana diketahui, Crystal Palace menjamu Manchester United dalam lanjutan Premier League matchdays ke-29 akhir pekan kemarin, selasa dinihari WIB (06/03). Dalam pertandingan tersebut, The Eagles yang mengincar tiga angka demi menjauhi Zona Degradasi berhasil mencetak dua gol terlebih dahulu, salah satunya lewat gelandang andros Townsend.

Namun Tim arahan Jose Mourinho kemudian berhasil membalas dengan dua gol balasan sebelum kemudian membalikkan kedudukan lewat tendangan keras Nemnja Matic di babak kedua yang membuat Setan Merah pulang dengan tiga angka dan merebut kembali posisi ke-2 dari tangan Liverpool.

Selepas pertandingan tersebut, manajer Crystal Palace, Roy Hodgson mengaku menyesali kekalahan tersebut, karena dengan performa seperti itu seharusnya imbang adalah hasil yang paling adil bagi tim arahannya.

“Kami berani menyerang Manchester United. Kami harusnya bermain imbang, dan jika demikian maka tidak akan ada yang menyebut pertandingan ini sebagai skandal, Itu adalah sepakan yang luar biasa. Kami juga punya beberapa peluang melalui penyerang kami saat skor masih 2-2, tetapi De Gea membuat penyelamatan gemilang atas tembakan Christian Benteke.”

“Tentu itu gol yang hebat. Gol itu memang layak memenangkan pertandingan tetapi ketika itu terjadi melawan tim anda, rasanya cukup menyakitkan, khususnya karena gol tersebut tidak datang dari seorang pencetak gol murni,” ungkap Hodgson dikutip dari sportsmole.

Spaletti Klaim Inter Milan Lebih Baik Dibanding AC Milan

Spaletti Klaim Inter Milan Lebih Baik Dibanding AC Milan

Manajer Inter Milan, Luciano Spalletti angkat bicara perihal derby della Madonnina yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini. Meski belakangan performa inter milan cenderung jeblok, tapi mantan pelatih AS Roma tersebut tetap menganggap tim asuhannya lebih baik dibandingkan sang rival sekota.

Spaletti Klaim Inter Milan Lebih Baik Dibanding AC Milan

Sebagaimana diketahui, Inter Milan sempat tampil mengesankan di awal musim ini, dengan melalui sejumlah laga dengan kemenangan. Serangkaian hasil positif tersebut juga yang membuat AC Milan saat ini berada di peringkat ke-5 pada klasemen sementara saat ini. Tapi sayangnya, dalam beberapa pekan terakhir, Nerazzurri mendapati hasil yang kurang memuaskan.

Dari lima laga terakhirnya, bahkan Inter Milan hanya mengemas dua kemenangan saja. Sebaliknya, AC Milan justru tampil bagus dalam beberapa pekan terakhi ini setelah sebelumnya sempat mengecewakan di awal musim. Bahkan, dalam lima pertandingan terakhirnya skuat arahan Gennaro Gattuso sukses mengemas kemenangan beruntun.

Tak Heran, AC Milan yang akan bermain sebagai tuan rumah dalam derby Della Madonnina nanti lebih diunggulkan menang dalam pertandingan tersebut ketimbang Inter Milan. Namun tidak demikian menurut pelatih Luciano Spalletti yang menilai bahwa tim asuhannya lebih baik dibanding AC milan.

Pada saat yang bersamaan, Spaletti juga menegaskan bahwa penyerang Icardi sudah sangat siap untuk bermain dalam pertandingan tersebut.

“Icardi tidak hanya siap, ia lebih dari siap, Derby menghadirkan sensasi spesial untuk orang-orang yang kuat. Jumlah poin mengatakan bahwa kami di depan Milan dan di dalam mendapatkan poin, kami harus menunjukkan performa kuat.”

“Hal yang paling berat adalah bermain dan membawa pertandingan pada mereka dengan kualitas kami,” ucap Spalletti jelang pertandingan.

Van Dijk Akui Adaptasi di Liverpool Tidak Mudah

Van Dijk Akui Adaptasi di Liverpool Tidak Mudah

Kendati dikenal sebagai salah satu bek tengah terkuat di Premier League dalam dua musim terakhir, namun pemain timnas Belanda, Virgil Van Dijk harus mengakui sulitnya beradaptasi dengan gaya bermain tim barunya, Liverpool.

Van Dijk Akui Adaptasi di Liverpool Tidak Mudah

Sebagaimana diketahui, Bek tengah berusia 26 tahun tersebut resmi merapat ke Anfield pada bursa transfer musim dingin Januari kemarin setelah ditebus lewat banderol tak kurang dari 70 Juta poundsterling.

Dengan postur tubuh yang tinggi menjulang serta kualitas yang dia tampilkan sebelumnya bersama Southampton, Vin Dijk dipercaya tak akan kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain Liverpool.

Namun tidak demikian adanya, kendati langsung berhasil mencetak gol dalam partai debutnya bersama dengan the Reds, faktanya mantan pemain Celtic tersebut terlihat kesulitan di laga-laga setelahnya.

Kepada BBC Sport, Van Dijk mengungkapkan betapa sulitnya beradaptasi dengan gaya bermain Liverpool. Namun, dikatakan Van Dijk bahwa saat ini dia sudah mulai terbiasa.

“Saya mulai terbiasa dengan cara bermain kami. Intensitas permainan di Liverpool jauh lebih tinggi dari klub saya sebelumnya. Setiap harinya berjalan sulit di sini. Kami bekerja sangat keras. Itulah perbedaan besarnya. Saya ingin meningkatkan level permainan, khususnya pada awal dimulainya pertandingan.”

“Saya datang ke sini untuk memenangkan semua yang mungkin bisa diraih. Saya membuat keputusan datang ke Liverpool atas dasar segala hal. Kualitas yang dimiliki tim ini sungguh luar biasa. Saya bangga dan bahagia di sini,” kata Van Dijk kepada BBC Sport.

Dalam lanjutan Premier League akhir pekan ini, Liverpool sendiri akan berhadapan dengan Newcastle United.